Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2018

Ketika Semangat Ibadah Menurun



Futur, adalah hal biasa yang dialami manusia. Akan tetapi, futur itu ada obatnya jika kamu mau mengobatinya, yaitu memohon hidayah dan ampunan kepada-Nya serta tak kan mengulangi dan meremehkan kefuturanmu itu.
.
Allah Ta’ala yang maha sempurna rahmat dan kebaikannya, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk selalu berdoa memohon hidayah taufik kepada-Nya, yaitu dalam surah Al Fatihah: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ} “Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus”. Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata: “Doa (dalam ayat ini) termasuk doa yang paling menyeluruh dan bermanfaat bagi manusia, oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk berdoa kepada-Nya dengan doa ini di setiap rakaat dalam shalatnya, karena kebutuhannya yang sangat besar terhadap hal tersebut”  Kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 39)
.
Allah Ta’ala sangat murka terhadap orang yang enggan berdoa dan memohon kepada-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Sesungguhnya barangsiapa yang enggan untuk memohon kepada Allah maka Dia akan murka kepadanya” (HR at-Tirmidzi (no. 3373) dan al-Hakim (1/667), dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani)
.
Mudah-mudahan Allah dekatkan kita dengan pintu-pintu hidayahnya. Allah lembutkan hati kita untuk selalu berdoa kepada-Nya, sehingga diri ini peka dan selalu tanggap terhadap singal-singal keagungan-Nya. Semoga Allah bimbing kita selalu dalam jalan yang lurus, dikembalikan dari kefuturan, dan diingatkan dalam kemaksiatan. Aamiin 😇
.
#SemangatFiiSabiililLaah

Minggu, 01 April 2018

Meremehkan Sholat

“Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.“
.
(Imam Ahmad, dalam "Ash Shalah wa Hukmu Tarikiha", Ibnul Qayyim)
.

Jumat, 09 Februari 2018

Senyum Adalah Ibadah • Muslimah Cantik Indonesia

Senyum Adalah Ibadah • Muslimah Cantik Indonesia

Sungguh mulia agama kita ini. Bahkan hal yang sangat ringan, mudah dan sederhana ini
bisa bernilai ibadah di dalam Islam. Senyum mungkin urusan yang kecil dan ringan, akan
tetapi bisa memberikan implikasi yang luar biasa besar: mengeratkan persaudaraan,
menghangatkan suasana dan menularkan kebahagiaan.

Dan, Rosululloh Saw. adalah sosok yang sangat mengajarkan tersenyum dan paling baik
senyumannya. Abdulloh bin Al Harits bin Jaz’i pernah mengatakan, “Aku tidak pernah
melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rosululloh sholallahu ‘alaihi
wasallam.” (HR. Tirmidzi)

Rabu, 31 Januari 2018

Beribadah Pada Allah & Menjauhi Thaghut

___________

MAKNA LA ILAAHA ILLALLAH ADALAH KAFIR KEPADA THAGHUT DAN IMAN KEPADA ALLAH
.
Ketahuilah, semoga Allah merahmati kalian. Bahwa setiap Rasul diutus untuk mendakwahkan La Ilaaha Illallah
.
Tidaklah kami utus sebelummu seorang Rasulpun kecuali kami wahyukan kepadanya bahwa, "Tidak ada Ilah kecuali Aku, maka sembahlah Aku." (QS Al Anbiya' : 25)
.
Allah Ta'ala juga mengutus setiap Rasul untuk menyeru kaumnya agar beribadah kepada Allah dan menjauhi Thaghut
.
Dan telah kami utus pada tiap ummat seorang Rasul (untuk menyeru kaumnya), ibadatilah Allah dan jauhilah Thaghut." (QS An Nahl : 36)
.
Ini artinya Allah mewahyukan kepada tiap Rasul La Ilaaha Illallah, yang diaplikasikan para Rasul dengan menyeru ummatnya, "Ibadatilah Allah dan Jauhilah Thaghut"
.
Oleh karena itu La Illaha Illallah memiliki dua rukun .
.
1. An Nafyu : Peniadaan
.
La Ilaaha : Meniadakan Ilah Ilah yang diibadati selain Allah
.
Sedangkan Ilah Ilah yang diibadati selain Allah itu namanya Thaghut
.
Berarti maksud meniadakan Ilah Ilah yang diibadati selain Allah adalah meniadakan Thaghut atau menjauhi Thaghut.
.
2. Al Itsbat : Penetapan
.
Illallah : menetapkan satu Ilah yang berhak diibadati dengan benar yakni Allah atau mengibadati Allah
.
Kesimpulan:
.
La Ilaaha : Menjauhi Thaghut atau Kafir kepada Thaghut.

Illallah : Beribadah kepada Allah atau Iman kepada Allah.

Dan hal ini adalah ilmu yang wajib dipelajari dan disampaikan pertama kali .
Orang tidak dikatakan beriman kepada Allah sehingga dia kufur kepada thaghut, kufur kepada thaghut adalah separuh Laa ilaaha ilallaah. Thaghut yang paling berbahaya pada masa sekarang adalah thaghut hukum, yaitu para penguasa yang MEMBABAT aturan Allah, mereka menindas umat ini dengan besi dan api, mereka paksakan kehendaknya, mereka membunuh, menculik, dan memenjarakan kaum muwahhidin yang menolak tunduk kepada hukum mereka. Akan tetapi anehnya banyak orang yang mengaku beragama Islam berlomba-lomba untuk menjadi budak dan hamba mereka. Mereka juga memiliki ulama-ulama jahat yang siap mengabdikan lisan dan pena demi kepentingan ‘tuhan’ mereka.

#☝️

Selasa, 30 Januari 2018

Senyum Adalah Ibadah • Aulia Izzatunisa

Sungguh mulia agama kita ini. Bahkan hal yang sangat ringan, mudah dan sederhana ini
bisa bernilai ibadah di dalam Islam. Senyum mungkin urusan yang kecil dan ringan, akan
tetapi bisa memberikan implikasi yang luar biasa besar: mengeratkan persaudaraan,
menghangatkan suasana dan menularkan kebahagiaan.

Dan, Rosululloh Saw. adalah sosok yang sangat mengajarkan tersenyum dan paling baik
senyumannya. Abdulloh bin Al Harits bin Jaz’i pernah mengatakan, “Aku tidak pernah
melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rosululloh sholallahu ‘alaihi
wasallam.” (HR. Tirmidzi)

Kamis, 18 Januari 2018

Hari Jum'at




dari Abu Hurairah dia berkata; "Aku pernah datang ke (bukit) Thur dan aku mendapati Ka'ab di sana. Lalu aku dan dia menginap di sana selama satu hari. Aku menceritakan hadits dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam kepadanya, sementara dia menceritakan Taurat kepadaku.

Aku berkata kepadanya 'Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah bersabda: "Sebaik-baik hari selama matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu nabi Adam diciptakan, pada hari itu beliau diturunkan, pada hari itu beliau diterima taubatnya, pada hari itu pula beliau wafat, dan pada hari itu pula kiamat akan terjadi. Semua hewan di muka bumi berada di pagi hari Jum'at dalam keadaan mengoptimalkan pendengarannya hingga terbitnya matahari karena takut akan datangnya hari kiamat kecuali manusia. Pada hari Jum 'at ada suatu waktu yang tidaklah seorang mukmin pun yang berdoa ketika shalatnya meminta sesuatu kepada Allah bertepatan waktu itu, kecuali Allah akan mengabulkannya".'

Ka'ab lalu berkata; 'Waktu itu hanya ada dalam satu hari di setiap tahun'. Lalu kukatakan, 'Bahkan waktu itu ada pada setiap hari Jum'at'. Lantas Ka'ab membaca Taurat. Kemudian berkata; 'Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam benar, hari itu ada pada setiap hari Jum'at'. Lalu aku keluar dan berjumpa dengan Bashrah bin Abu Bashrah Al Ghifari, dan dia berkata; 'Kamu datang dari mana? ' Aku menjawab, 'Dari thur'. Ia berkata; 'Kalau saja aku berjumpa denganmu sebelum kamu datang ke Thur, maka kamu tidak akan mendatanginya'.

Aku bertanya kepadanya; 'Mengapa bisa begitu? ' Ia menjelaskan; 'Aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Tidak dipersiapkan kendaraan (perjalanan) kecuali ketiga masjid, yaitu Masjidil Haram, masjidku ini, dan masjid Baitul Maqdis". Aku juga berjumpa dengan Abdullah bin Salam, kukatakan bahwa aku keluar dari Thur dan berjumpa dengan Ka'ab, lalu aku dan dan dia menginap di sana selama satu hari, dan aku menceritakan hadits dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam kepadanya, sedangkan dia menceritakan Taurat kepadaku, kemudian aku berkata kepadanya bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah bersabda: 'Sebaik-baik hari matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu nabi Adam diciptakan, pada hari itu beliau diturunkan, pada hari itu beliau diterima taubatnya, pada hari itu beliau wafat, dan pada hari itu pula kiamat terjadi. Semua hewan di muka bumi berada di pagi hari Jum'at dalam keadaan mengoptimalkan pendengarannya hingga terbitnya matahari kecuali manusia. Di hari Jum'at ada suatu waktu, yang ketika itu tidaklah seorang mukmin pun yang berdoa di dalam shalatnya dan meminta sesuatu kepada Allah bertepatan dengan waktu itu kecuali Allah akan mengabulkannya".'Ka'ab lalu berkata, 'Waktu ada pada satu hari di setiap tahun'. Abdullah bin Salam kemudian mengatakan bahwa Ka'ab telah berdusta, maka kukatakan bahwa Ka'ab membaca Taurat kemudian berkata, 'Rasulullah benar, hari itu ada pada setiap Jum'at'. kemudian Abdullah bin Salam berkata, 'Ka'ab benar, dan aku sangat mengetahui tentang waktu itu! Aku memohon kepadanya, 'Wahai saudaraku, beritakanlah hal itu kepadaku? ' Ia menjawab, 'Waktu itu adalah waktu terakhir pada hari Jum'at, sebelum matahari terbenam'. Kemudian aku menyanggahnya dengan bertanya, Bukankah kamu mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidaklah seorang mukmin berdoa bertepatan dengan waktu tersebut dalam shalatnya?" Bukankah waktu itu adalah saat masih shalat? ' dia menjawab dengan bertanya juga, 'Bukankah kamu juga mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa shalat lalu duduk untuk menunggu shalat, maka ia senantiasa dihitung dalam keadaan shalat hingga datang waktu shalat berikutnya?" 'Aku menjawab 'Ya'. Ia berkata, 'Maka hal tersebut juga seperti itu.'

- HR. Nasa'i



Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa diantara kalian yang shalat setelah shalat Jum'at hendaknya ia shalat empat raka'at." Abu Isa berkata, ini adalah hadits hasan shahih. Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Ali telah menceritakan kepada kami Ali bin Madini dari Sufyan bin 'Uyainah dia berkata, kami menganggap bahwa Suhail bin Shalih adalah tsabat dalam hadits, hadits ini juga diamalkan oleh sebagian para ulama. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud bahwa dia shalat empat raka'at sebelum dan setela shalat jum'at sebanyak empat raka'at, dan telah diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib radliallahu 'anhu bahwa dia memerintahkan untuk shalat dua raka'at setelah shalat jum'at, kemudian empat raka'at, sedangkan Sufyan At Tsauri, Ibnu Mubarak berpendapat sebagaiaman perkataannya Ibnu Mas'ud. Ishaq berkata, jika pada hari Jum'at dia shalat dimasjid, maka ia shalat empat raka'at, jika ia shalat dirumahnya, maka ia shalat dua raka'at, dia berhujah bahwa Nabi Shallahu 'alaihi wa sallam shalat dua raka'at dirumahnya setelah shalat jum'at, sedangkan hadits Nabi Shallahu 'alaihi wa sallam: "Barang siapa diantara kalian yang shalat setelah shalat Jum'at hendaknya ia shalat empat raka'at." Abu Isa berkata, bahwa Ibnu Umar meriwayatkan dari Nabi Shallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau shalat dua raka'at dirumahnya setelah shalat jum'at, dan Ibnu Umar setelah Nabi Shallahu 'alaihi wa sallam selesai melaksanakan shalat dua raka'at dimasjid, beliau shalat empat raka'at. Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar seperti itu, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari Ibnu Juraij dari Atha' dia berkata, saya melihat Ibnu Umar mengerjakan shalat dua raka'at setelah shalat Jum'at, setelah itu dia shalat empat raka'at. Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abdurrahman Al Mahzumi, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari Amru bin Dinar dia berkata, saya tidak pernah melihat seseorang yang sanggup menashkan hadits selain Az Zuhri, dan saya tidak pernah melihat seseorang yang menganggap remeh (hina) dianr dan dirham selain dia, bahwa dinar dan dinar menurutnya tak ubahnya seperti keledai. Abu Isa berkata, saya pernah mendengar Ibnu Abu Umar berkata, saya mendengar Sufyan bin 'Uyainah berkata, adalah Amru bin Dinar lebih tua dari Az Zuhri.


- HR. Tirmidzi 


Selasa, 09 Januari 2018

Waspada Bid'ah

Sejatinya kita perlu mempelajari mana yang termasuk Bid'ah dan mana yang termasuk perkembangan zaman. Supaya tidak salah dalam melakukan perbandingan mana yang Bid'ah dan mana yang bukan.

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam a bersabda: "Barangsiapa membuat-buat suatu perkara yang tidak ada dalam agama kami, maka akan tertolak."

(HR. Abu Daud)

www.islam-nasehat.tk