Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juli 2018

Pendidikan Tinggi Untuk Wanita

Pendidikan tinggi seorang wanita bukan semata untuk karirnya. Tapi kualitas keturunannya.




Dear #Lovalila ...
Banyak sekali cibiran tentang wanita sarjana yang memutuskan untuk menjadi "full time mom" atau Ibu Rumah Tangga setelah menikah.
.
"Udah sekolah mahal-mahal, ujung2nya di dapur juga!"
"Lulusan s1, s2, tapi jadi pengangguran!"
.
Perlu disadari, Sebagai ibu/calon ibu, ternyata kecerdasan kita (wanita) berpengaruh besar pula pada kecerdasan anak kelak. Menurut penelitian, kecerdasan anak itu depengaruhi dari kualitas orangtuanya, terutama ibunya.
.
Menurut Ridley, bahwa kira-kira separuh IQ kita dapatkan melalui pewarisan, dan kurang dari 20% berasal dari asuhan keluarga. Sisanya berasal dari kandungan, sekolah, dan teman sepergaulan.
.
Dalam Islam, Ibu adalah ustadzah pertama, sebelum si kecil berguru kepada ustadz besar sekalipun
Maka kecerdasan, keuletan, dan perangai sang ibu adalah faktor dominan bagi masa depan anak.
Maka dari itu, perlunya wanita cerdas untuk mendidik anak-anak penerus bangsa.
.
Buat kamu yang masih single.. Wake up, dear! Be a smart girl.. Perkaya ilmu pengetahuan kita, karena anak kita berhak mewariskan gen kecerdasan yang baik dr ibunya.
.
Mirisnya, sekarang pemikiran seperti ini perlahan ditenggelamkan. Seolah tingkat pendidikan menjadi standar kualitas seseorang. Kecerdasan wanita harus dikontribusikan pada suatu perusahaan, sehingga memperoleh materi yang banyak. Memiliki kehidupan mewah, adalah suatu pencapaian yg membanggakan. Selain dengan cara itu, maka pendidikan yang dianyamnya dikatakan tak berguna.
.
Padahal, kontribusi terbesar wanita adalah di dalam rumahnya. Mendidik generasi berkualitas dengan ilmu yang dia punya, kelak anak2nya lah yang nantinya akan meneruskan peradaban. Boleh saja menyalurkan minat atau bakat di luar rumah, asalkan hak-kewajiban di dalam rumah terselesaikan dengan baik.
.
Semoga kita semua tergolong sebagai orang tua yang dapat mencetak generasi terbaik 😇
Aamiin

Ibu Adalah Pendidik Pertama Anak-Anak



Ibu adalah pendidik pertama anak-anaknya. Allah bekali kita kelembutan dalam berbahasa, kesabaran yang lebih dari pada lelaki biasanya, kosakata yang banyak dll. Ini adalah bekal bahwa kita ditugasi Allah untuk menjadi pengajar bagi anak-anak kelak.
.
Lalu apakah tugas mendidik ini hanya dibebankan pada ibunya saja sehingga ayahnya pun lepas tangan? tentu tidak, justru Ayah punya tanggu jawab yang lebih besar yaitu memastikan seluruh anggotanya terdidik dengan baik, memiliki akhlak Islam yang tinggi, atau memastikan tak ada yang berbuat maksiat dalam keluarganya.
.
Tapi yang jelas, untuk memiliki generasi yang berkualitas, usaha kita tidak bisa hanya standar saja. Kita harus berjuang perbanyak bekal ilmu. Sehingga saat hari itu datang, kita sudah terhiasi denang ilmu-ilmu yang melekat. Dan ideologis keislaman yang tinggi, sehingga generasi yang terlahir adalah generasi-generasi terbaik yang Allah jadikan sebagai senjatanya tuk memerangi kedzoliman.
.
#DakwahTandaCinta

Selasa, 30 Januari 2018

Menjadi Ibu Yang Santun • Aulia Izzatunisa

Bismillaah

Jadi ibu itu harus santun loh 😌

"ih,  ko boros banget bu, masa tiap hari makannya beli....males masak atau jangan-jangan ga bisa masak ya , kalo aku sih selalu berusaha keras meski serepot apapun akan nyempetin masak buat keluargaku 😌"

"hah???,  kaya gitu aja mesti nyuruh orang?  Kalo aku sih apa-apa juga kerjain sendiri... Jangan sampe deh manja kaya gitu, kan gampang tinggal gimana kita pinter-pinter atur waktu dan tenaga aja..... 😌"

"anak baru segitu aja ko repot sih,   dulu aku waktu anak masih kecil-kecil,  ga ada tuh anak pada berantem,  smua akuuur banget...ya gimana kita ngedidiknya juga sih 😌"

"anak kan harus diajarin bu,  masa dinding rumah kotor begitu. Itu kan bukan tempat gambar,  coba dikasih kertas, diajarin,  pasti anak akan nurut, percaya deh sama saran aku 😌"

"anak banyak kecil-kecil rumah berantakan itu ga banget deh, aku tetep selalu utamakan kerapihan, demi kebaikan mereka juga kan, harus kita yang kasi contoh gimana supaya ntar tertanam cinta kerapihan di hati mereka 😌"

Yang hamil banyak tiduran dikomentarin.
Yang abis lahiran pake khadimat dikomentarin.
Yang anaknya sedikit dikomentarin.
Yang anaknya banyak dikomentarin. 
Sagala we 😓

Soooooopppaaaaaaaannnnnn banget buuuuuuuu...........

Hati-hati tapi ya bu santun, jangan coba-coba ngomong 'sopan' kaya gitu kalo ga tau cerita di balik kebiasaan setiap keluarga.

Bisa-bisa ibu yang dikenal pendiam dan sabarpun lama-lama marah dan muak.

Hidup udah lelah, masih berusaha jadi orang sabar,  ehhhh.....ada aja makhluk-makhluk yang dijadikan ujian 😣

Ada yang kerjaannya sekian banyak, ngurusin sekian banyak manusia, sekian sekian kerepotan sehingga masak dan nyetrika itu dia delegasikan ke orang lain.

Ada yang memang anaknya seolah berantem mulu karena ibu tsb ga mau sedia mainan banyak, ga mau sedia tivi maupun gadget yang dilansir sangat 'aman' bikin anak diem berjam-jam ga peduli sekitar, ga mau keluar uang buat hal-hal mubazir lainnya tapi ibu itu rela ikut main sama anaknya berikut setiap hari mendamaikan aneka konflik.

Ada yang memang memberi kebebasan anaknya berekspresi tanpa memberi kekangan terlalu berlebihan selama hal-hal itu bukan pelanggaran agama.

Ada yang memang terlalu letih untuk diceritakan dengan aneka masalah yang tidak kita ketahui,  sehingga apa yang setiap ibu pilih untuk kerjakan, metode apa, bagaimana dia mengurus rumahtangganya,  bukanlah apa yang harus kita komentari 😶😷

Kata-kata yang diucapkan secara 'santun' tapi isinya pedes dan nyelekit tanpa ada empati ya sama aja cari perkara 😡

Kalo orang udah merasa ga aman dari lisan kita,  merasa perlu menjaga jarak dengan diri kita karena kapok disakiti,  sementara kita malah merasa sebagai orang santun yang ga pernah menyakiti orang lain,  cek-cek lagi, introspeksi diri 😣

Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu’anhum, ia berkata:
Seseorang bertanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasalam :
Orang Islam manakah yang paling baik? Rasulullah menjawab: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.
(Shahih Muslim No.57)

Hadis riwayat Abu Musa radhiyallahu’anhuma, ia berkata:
Aku pernah bertanya:
Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama?
Rasulullah bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.
(Shahih Muslim No.59)

Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.”
HR. Bukhari

Abu Musa radhiyallahu’anhuma berkata, “Mereka (para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya. “'
HR. Bukhari

Jangan jadi ujian bagi orang lain.
Jangan sampai orang terbiasa 'harap maklum-kibas tangan' dengan lisan non empati kita.

Hati-hati dengan hati.
Pengingat diri
Bicara baik atau diam 😷

Barakallaahu fiik

Kamis, 18 Januari 2018

Posisi Sholat Jenazah Untuk Ibu Yang Baru Saja Melahirkan

Samurah bin Jundub berkata; "Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam aku masih kecil, dan saya telah menghafal (beberapa hadits) dari beliau, maka tidak ada yang menghalangiku untuk berbicara kecuali karena di sini terdapat orang-orang yang usia mereka lebih tua dariku.

Dan sungguh, saya pernah shalat (jenazah) di belakang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk menshalatkan jenazah seorang wanita yang meninggal dunia ketika masa nifas (setelah melahirkan). Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri (Shalat jenazah) di sebelah tengah-tengah badannya." Dalam riwayat Ibnul Mutsanna, ia berkata; telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Buraidah, ia berkata; "Maka beliau pun berdiri tepat di tengahnya untuk menshalatkannya."

- Hadits Riwayat Muslim

Selasa, 09 Januari 2018

Haji Untuk Ibu

"Wahai Rasulullah, ibuku adalah orang yang tua renta, jika saya menggendongnya ia tidak dapat berpegangan, dan jika saya mengikatnya saya khawatir membunuhnya.

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bagaimana pendapatmu seandainya ibumu memiliki hutang, apakah engkau akan membayarnya?" Orang tersebut berkata; "Iya". Maka beliau bersabda: "Maka lakukanlah haji untuk ibumu."

(HR. Nasa'i)

www.islam-nasehat.tk

Senin, 11 Desember 2017

Haji Untuk Ibu

dari Al Fadhl bin Abbas bahwa ia pernah membonceng Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian datang kepadanya seorang laki-laki seraya berkata; "Wahai Rasulullah, ibuku adalah orang yang tua renta, jika saya menggendongnya ia tidak dapat berpegangan, dan jika saya mengikatnya saya khawatir membunuhnya. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bagaimana pendapatmu seandainya ibumu memiliki hutang, apakah engkau akan membayarnya?" Orang tersebut berkata; "Iya". Maka beliau bersabda: "Maka lakukanlah haji untuk ibumu."

- HR. Nasa'i

Rabu, 22 November 2017

Kisah Seorang Pelacur & 3 Bayi Yang Bisa Berbicara

Kisah Seorang Pelacur & 3 Bayi Yang Bisa Berbicara

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau telah bersabda: "Tidak ada bayi yang dapat berbicara ketika masih berada dalam buaian kecuali tiga bayi: bayi Isa bin Maryam, dan bayi dalam perkara Juraij." Juraij adalah seorang laki-laki yang rajin beribadah. Ia membangun tempat peribadatan dan senantiasa beribadah di tempat itu. Ketika sedang melaksanakan shalat sunnah, tiba-tiba ibunya datang dan memanggilnya; 'Hai Juraij! ' Juraij bertanya dalam hati; 'Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, melanjutkan shalatku ataukah memenuhi panggilan ibuku? ' Akhirnya ia pun meneruskan shalatnya itu hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya. Keesokan harinya, ibunya datang lagi kepadanya sedangkan Juraij sedang melakukan shalat sunnah. Kemudian ibunya memanggilnya; 'Hai Juraij! ' Kata Juraij dalam hati; 'Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, memenuhi seruan ibuku ataukah shalatku? ' Lalu Juraij tetap meneruskan shalatnya hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya. Hari berikutnya, ibunya datang lagi ketika Juraij sedang melaksanakan shalat sunnah. Seperti biasa ibunya memanggil; 'Hai Juraij! ' Kata Juraij dalam hati; 'Ya Allah, manakah yang harus aku utamakan, meneruskan shalatku ataukah memenuhi seruan ibuku? ' Namun Juraij tetap meneruskan shalatnya dan mengabaikan seruan ibunya. Tentunya hal ini membuat kecewa hati ibunya. Hingga tak lama kemudian ibunya pun berdoa kepada Allah; 'Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia mendapat fitnah dari perempuan pelacur! ' Kaum Bani Israil selalu memperbincangkan tentang Juraij dan ibadahnya, hingga ada seorang wanita pelacur yang cantik berkata; 'Jika kalian menginginkan popularitas Juraij hancur di mata masyarakat, maka aku dapat memfitnahnya demi kalian.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun meneruskan sabdanya: 'Maka mulailah pelacur itu menggoda dan membujuk Juraij, tetapi Juraij tidak mudah terpedaya dengan godaan pelacur tersebut. Kemudian pelacur itu pergi mendatangi seorang penggembala ternak yang kebetulan sering berteduh di tempat peribadatan Juraij. Ternyata wanita tersebut berhasil memperdayainya hingga laki-laki penggembala itu melakukan perzinaan dengannya sampai akhirnya hamil. Setelah melahirkan, wanita pelacur itu berkata kepada masyarakat sekitarnya bahwa; 'Bayi ini adalah hasil perbuatan aku dengan Juraij.' Mendengar pengakuan wanita itu, masyarakat pun menjadi marah dan benci kepada Juraij. Kemudian mendatangi rumah peribadatan Juraij dan bahkan menghancurkannya. Selain itu, mereka pun bersama-sama menghakimi Juraij tanpa bertanya terlebih dahulu kepadanya. Lalu Juraij bertanya kepada mereka; 'Mengapa kalian lakukan hal ini kepadaku? ' Mereka menjawab; 'Kami lakukan hal ini kepadamu karena kamu telah berbuat zina dengan pelacur ini hingga ia melahirkan bayi dari hasil perbuatanmu.' Juraij berseru; 'Dimanakah bayi itu? ' Kemudian mereka menghadirkan bayi hasil perbuatan zina itu dan menyentuh perutnya dengan jari tangannya seraya bertanya; 'Hai bayi kecil, siapakah sebenarnya ayahmu itu? ' Ajaibnya, sang bayi langsung menjawab; 'Ayah saya adalah si fulan, seorang penggembala.' Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: 'Akhirnya mereka menaruh hormat kepada Juraij. Mereka menciuminya dan mengharap berkah darinya. Setelah itu mereka pun berkata; 'Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu ini dengan bahan yang terbuat dari emas.' Namun Juraij menolak dan berkata; 'Tidak usah, tetapi kembalikan saja rumah ibadah seperti semula yang terbuat dari tanah liat.' Akhirnya mereka pun mulai melaksanakan pembangunan rumah ibadah itu seperti semula. Dan bayi ketiga, Ada seorang bayi sedang menyusu kepada ibunya, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang gagah dan berpakaian yang bagus pula. Lalu ibu bayi tersebut berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah anakku ini seperti laki-laki yang sedang mengendarai hewan tunggangan itu! ' Ajaibnya, bayi itu berhenti dari susuannya, lalu menghadap dan memandang kepada laki-laki tersebut sambil berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! ' Setelah itu, bayi tersebut langsung menyusu kembali kepada ibunya. Abu Hurairah berkata; 'Sepertinya saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan susuan bayi itu dengan memperagakan jari telunjuk beliau yang dihisap dengan mulut beliau.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meneruskan sabdanya: 'Pada suatu ketika, ada beberapa orang yang menyeret dan memukuli seorang wanita seraya berkata; 'Kamu wanita tidak tahu diuntung. Kamu telah berzina dan mencuri.' Tetapi wanita itu tetap tegar dan berkata; 'Hanya Allah lah penolongku. Sesungguhnya Dialah sebaik-baik penolongku.' Kemudian ibu bayi itu berkata; 'Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu! ' Tiba-tiba bayi tersebut berhenti dari susuan ibunya, lalu memandang wanita tersebut seraya berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah aku sepertinya! ' Demikian pernyataan ibu dan bayinya itu terus berlawanan, hingga ibu tersebut berkata kepada bayinya; 'Celaka kamu hai anakku! Tadi, ada seorang laki-laki yang gagah dan menawan lewat di depan kita, lalu kamu berdoa kepada Allah; 'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti laki-laki itu! Namun kamu malah mengatakan; 'Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! Kemudian tadi, ketika ada beberapa orang menyeret dan memukuli seorang wanita sambil berkata; 'Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu! ' Tetapi kamu malah berkata; 'Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu! ' Mendengar pernyataan ibunya itu, sang bayi pun menjawab; 'Sesungguhnya laki-laki yang gagah itu seorang diktator hingga aku mengucapkan; 'Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! ' Sementara wanita yang dituduh mencuri dan berzina itu tadi sebenarnya adalah seorang wanita yang shalihah, tidak pernah berzina, ataupun mencuri. Oleh karena itu, aku pun berdoa; 'Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu! '

(HR. Muslim)

IG : @islam_nasehat
Blog : www.islam-nasehat.tk

Selasa, 07 November 2017

Benarkah Doa Ibu Mampu Menembus Langit


•  •  •
Kedudukan ibu berada tiga tingkat diatas ayah. Doa ibu mampu menembus langit dan sangat mustajab di hadapan Allah. Karena itu muliakanlah. Jangan sampai kalian menyakitinya, membuatnya menangis, apalagi sampai memancing emosinya hingga mengeluarkan sumpah serapah atau kata-kata buruk.
.
Bersyukurlah jika masih memiliki otang tua, khususnya ibu. Ia akan senantiasa mendoakan kita dalam setiap shalatnya, dalam setiap waktu sepertiga malam-malamnya.
.
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)
.
Ayat diatas menyebutkan keutamaan seorang ibu yang mengandung dalam kondisi lemah bertambah-tambah dan menyusui. Dengan demikian kita bisa mengetahui bagaimana posisi Ibu dalam islam. Beliau sangatlah mulia dan wajib dimuliakan, bahkan melebihi posisi seorang ayah.
.
Oleh karenanya maka berusahala untuk berbakti pada orang tuamu terutama pada Ibumu. Karena hari esok kita ada di desah doa-doanya setiap malam. Dan doa ibu itu mampu menembus langit, begitu mustajab dihadapan Allah. maka muliakanlah ibumu.
Semoga bermanfaat sahabat.
.