Senin, 30 Juli 2018
Selektif Dalam Memilih Pasangan
Selasa, 30 Januari 2018
Indahnya Jika Suami Istri Berlandaskan Agama • Aulia Izzatunisa
Perekat paling kuat antara suami isteri bukanlah rasa cinta, tapi *AGAMA*. Oleh karenanya, seringkali kita melihat cinta suami kepada isteri atau sebaliknya justru semakin besar dan memuncak, ketika keduanya membangun rumah tangganya dg pondasi agama.
.
Oleh karena itulah, Nabi shollallohu alaihi wa sallam mewasiatkan kepada kita untuk mementingkan faktor ini, yaitu dalam sabda beliau (yg artinya):
"Dapatkanlah isteri yg memiliki agama (yg baik); niscaya kamu akan beruntung". [Muttafaqun alaih; Shahih Bukhori: 5090, Shahih Muslim: 1466].
.
Bahkan Sahabat Umar bin Khottob -rodhiallohu anhu- saat menjadi khalifah pernah ditanya seorang perempuan: .
"Wahai amirul mukminin, suamiku telah menyumpahku agar aku tidak berbohong, sehingga aku merasa bersalah jika berbohong, apakah aku masih boleh berbohong wahai amirul mukminin"
.
Maka sahabat Umar pun menjawab:
"Ya, silahkan berbohong kepada kita (sebagai suami), jika salah seorang dari kalian (para isteri) tidak suka kepada seseorang dari kami, maka jangan katakan itu kepadanya!
.
Karena, rumah tangga yg dibangun di atas rasa cinta itu *sangat sedikit*.
.
Namun manusia biasanya menjalin hubungan itu karena *Islam, hubungan nasab, dan jiwa sosial*". [Alma'rifah wat tarikh 1/392].
.
Dan hendaklah kita selalu ingat sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam- (yg artinya):
"Janganlah seorang mukmin (suami) membenci seorang mukminah (isteri), karena jika dia membenci salah satu perangainya; dia pasti masih suka perangai yg lainnya".
[HR. Muslim: 1469].
.
Ternyata, faktor agama ini tidak hanya berguna untuk akherat, tapi juga sangat berguna untuk memupuk cinta keduanya selama di dunia, wallohu a'lam
.
Jumat, 19 Januari 2018
Hukum Berhubungan Suami Istri Dari Belakang
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Al Munkadir ia mendengar Jabir ia berkata; Orang-orang Yahudi berkata; "Barangsiapa menggauli istrinya di kemaluannya dari belakang, maka anaknya akan juling. Lalu turunlah ayat: "Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki." QS Al-Baqarah: 223. Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih.
HR. Tirmidzi
Rabu, 17 Januari 2018
Haramnya Menggauli Istri Saat Haid Dan Dari Dubur
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barangsiapa menggauli wanita yang tengah haid atau (menggauli) dari duburnya, atau mendatangi dukun lalu ia membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah mengingkari apa yang telah diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam."
(HR. Darimi)
www.islam-nasehat.tk